Makalah Budidaya Trigona
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Lebah merupakan insekta penghasil madu yang telah lama dikenal manusia.Sejak zaman purba manusia berburu sarang lebah di goa-goa, celah celah pohon yang kering, lobang pada tembok, di lubang-lubang pohon dan tempat-tempat lain untuk diambil madunya. Lebah juga menghasilkan produk yang yang sangat dibutuhkan untuk dunia kesehatan yaitu royal jelly, pollen, malam (lilin) dan sebagainya. Selanjutnya manusia mulai membudidayakan dengan memakai gelodog kayu dan pada saat ini dengan sistem stup.
Di Indonesia lebah ini mempunyai nama bermacam-macam, di Jawa disebut tawon gung, gambreng, di Sumatera barat disebut labah gadang, gantuang, kabau, jawi dan sebagainya. Di Tapanuli disebut harinuan, di Kalimantan disebut wani dan di tataran Sunda orang menyebutnya tawon Odeng.
Apis Trigona atau lebih dikenal dengan Emmu di Soppeng adalah lebah penghasil madu selain lebah madu yang biasa kita kenal karena memang belum banyak yang membudidayakannya. Bentuknya lebih kecil dari pada lebah madu biasa. Bahkan lebih kecil dari pada lalat. Warnanya hitam, dengan kaki berbulu.
Lebah Emmu / emmu / klanceng dengan nama latin Apis Trigona sp. di alam bebas hidup pada celah celah pohon yang kering, lobang pada tembok, dicelah-celah batu dll. Karena bentuknya yang kecil tawon emmu/klanceng sering di kira semut yang bersayap. Makanan tawon ini serbuk sari bunga bunga yang ada di alam.
Lebah merupakan insekta penghasil madu yang telah lama dikenal manusia. Sejak zaman purba manusia berburu sarang lebah di goa-goa, di lubang-lubang pohon dan tempat-tempat lain untuk diambil madunya. Namun perkembangan tersebut berjalan sangat lamban
Pemikiran untuk memelihara yang semula di alam terbuka, dalam gua-gua, dalam lobang-lobang, kayu-kayu besar dan tua mengilhami cara kehidupan lebah. Selanjutnya manusia mulai membudidayakan dengan memakai gelodog kayu dan pada saat ini dengan sistem stup. Dengan demikian bentuk kandang yang dibuat sekarang ini menirukan rumah-rumah lebah dalam kehidupan tidak terpelihara.
Madu dari jenis lebah emmu/klanceng ini tergolong mahal, lebih mahal dari madu lebah biasa hingga dua sampai tiga kali lipat. Hal ini dikarenakan lebah emmu/klanceng lebih sedikit memproduksi madu. Kecuali itu juga masih sangat jarang yang membudidayakanya. Namun demikian madu ini banyak di buru mengingat kasiatnya yang sangat baik untuk kesehatan.
Beberapa pertimbangan masyarakat membudidayakan ternak lebah adalah atas dasar pertimbangan produksi secara langsung (madu, tepungsari, royal jelly, malam (lilin), zat perekat dll) serta tidak langsung yaitu dalam proses penyerbukan tanaman.
B. Maksud dan Tujuan
Dengan membudidayakan trigona akan mendapat manfaat antara lain :
1) manfaat ekologis : proses penyerbukan oleh lebah dalam keterkaitan pakan,
2) manfaat sosial : sebagai sumber penghasilan, membuka peluang usaha bagi masyarakat, obyek penelitian dan sebagai potensi daerah.
3) manfaat ekonomi : produk – produk yang dihasilkan trigona berupa madu, propolis, bee pollen dll, Tujuan pemeliharaan adalah untuk penghasil madu, malam (lilin) dan royal jelly.
Dengan keperluan pakan lebah untuk budidaya lebah madu diharapkan masyarakat dapat menyadari untuk menanam dan memelihara pakan lebah sehingga lingkungan lestari dan hijau sebagaimana dengan vegetasinya. Membantu menambah gizi keluarga dan variasi jenis tanaman. Untuk kesehatan dan pengobatan dengan sengat lebah (akupuntur lebah). Alam Indoensia sebenarnya masih sangat potensial untuk dimanfaatkan beternak lebah. Hutan yang masih terhampar, areal perkebunan yang membentang, kawasan perhutani, areal perkebunan bunga adalah lahan subur untuk beternak lebah
II. PENGENALAN LEBAH
A. Jenis-Jenis Lebah
Lebah termasuk hewan yang masuk dalam kelas insekta famili Apini dan genus Apis. Spesiesnya bermacam-macam, yang banyak terdapat di Indonesia adalah :
|
No |
Jenis Lebah |
Gambar/foto |
|
1. |
lebah lokal (Apis cerana) |
|
|
2. |
lebah hutan atau tawon gung (Apis dorsata) |
|
|
3. |
Lebah madu import (Apis mellifera) |
|
|
4. |
Lebah lanceng atau biasa disebut Apis Trigona (Apis Florea) |
|
B. Ciri-ciri Morfologi Lebah Trigona
Lebah Trigona berwarna hitam dan berukuran kecil, dengan panjang tubuh antara 3-4 mm, serta rentang sayap 8 mm. Lebah pekerja memiliki kepala besar dan rahang panjang. Sedang lebah ratu berukuran 3-4 kali ukuran lebah pekerja, perut besar mirip laron, berwarna kecoklatan dan memperpunyai sayap pendek. Lebah ini tidak mempunyai sengat.
III. TEKNIK BUDIDAYA LEBAH TRIGONA
A. Persyaratan Lokasi
Pemilihan lokasi budidaya lebah madu dengan syarat-syarat sebagai berikut :
1. Lokasi yang disukai lebah adalah tempat terbuka. Daerah sekitar banyak tanam-tanaman yang berbunga. Tersedianya cukup pakan lebah 0.5-0.7 km untuk Apis cerana 1,5 – 2 km Apis mallefera. 3 – 5 km untuk Apis trigona.
2. Suhu Lingkungan berkisar 26-34 oC dengan kelembagaan 70-80 %. Kondisi ini optimum untuk lebah melakukan segala kegiatan. Suhu ideal yang cocok bagi lebah adalah sekitar 26 oC, pada suhu ini lebah dapat beraktifitas normal. Suhu di atas 10 derajat C, lebah masih beraktifitas. Di lereng pegunungan/dataran tinggi yang bersuhu normal (25 0C) seperti Malang dan Bandung lebah madu masih ideal dibudidayakan
3. Tersedianya cukup air bersih.
4. Jauh dari gangguan (bau, asap, kebisingan, hama dan penyakit dan angin kencang pada jam 11.00 – 14.00). Kotak menghadap ke timur dan cukup sinar pagi. – Letak kotak minimal 30 cm dari tanah antara kotak 1-2 meter.
5. Jauh dari lahan/kebun yang sering menggunakan pestisida
Lahan perkebunan atau taman bunga seperti perkebunan kopi, karet, mangga, randu, kaliandra, kelengkeng, juwet, apel, dan rambutan. Jenis pohon tersebut akan berbunga banyak dan dalam waktu yang relatif lama. Tidak usah membeli perkebunan, cukup dengan menyewa lahan tersebut sampai musim bunga tanaman tersebut selesai sehingga akan dihasilkan madu berdasarkan spesifikasi jenis bunga tertentu. Lahan potensial untuk beternak lebah terutama di Soppeng karena masih kaya akan kawasan hutan dan perkebunan. Bagi mereka yang berminat, tak perlu modal besar untuk membeli lahan perkebunan.
B. Teknik Budidaya
Teknik budidaya lebah madu Budidaya lebah madu ada 2 cara, yaitu :
1. Secara menetap (stative bee keeping) lebah diperoleh dari koloni yang belum dibudidayakan.
2. Budidaya lebah secara berpindah (Megratary bee keeping) koloni diperoleh dari lebah paket
C. Teknik Pembibitan / Pengembangan koloni
1. Pembuatan Sarang Lebah Klanceng
Persiapan yang perlu di lakukan sebelum membudidayakan lebah klanceng adalah pembuatan sarang atau rumah lebah sebagai tempat menampung koloni. Dalam rumah lebah itulah yang nantinya di gunakan lebah klanceng untuk tempat berkembang biak dan menyimpan madunya.
Bahan yang baik untuk membuat sarang lebah adalah yang menyerupai tempat hidupnya di alam bebas. Lebah klanceng hidup pada celah kayu, lubang bambu, lubang bangunan. dll. Untuk itu sarang lebah dapat di buat dari :
- kotak kayu kering,
- tempurung kelapa,
- batang bambu atau
- tembikar atau gentong dari tanah.
- Sarang lebah tersebut di buat tertutup dengan di beri lubang kecil (diameter 1cm) sebagai pintu keluar masuk lebah pekerja.
2. Pembuatan Koloni Dalam Sarang Lebah Klanceng
Setelah sarang atau rumah lebah terbentuk langkah berikutnya adalah menaruh lebah klanceng agar mau membuat koloni pada sarang yang telah kita buat. Bibit lebah klanceng dapat diperoleh dari alam bebas atau membeli pada peternak yang telah membudidayakan. Yaitu dengan menempatkan lebah ratu dan beberapa lebah pekerja pada sarang.
Cara paling mudah adalah menempatkan sarang menempel pada lubang koloni lebah klanceng, dengan memberi lubang pada sisi lainya sehingga lebah di paksa kaluar masuk melalui kandang. Lebah klanceng memasuki kandang tersebut untuk keluar masuk koloninya, maka lambat laun akan terangsang untuk membuat koloni baru pada sarang tersebut untuk meluaskan koloninya. Setelah terbentuk koloni baru pada sarang tersebut maka sarang dapat di pindahkan ke tempat lain yang kita inginkan.
3. Perawatan Koloni Lebah Klanceng.
Perawatan koloni lebah klanceng agar berkembang dengan baik dan menghasilkan madu maka dapat dilakukan dengan menanam pada sekitar sarang, tanaman tanaman yang menghasilkan bunga. Dengan banyaknya bunga pada sekitar rumah lebah maka ketersediaan makanan bagi lebah terjamain dengan baik.
D. Pakan Lebah
Secara alami lebah mengambil makanan berasal dari tumbuhan yang ada disekitar stup. Bahan makanan lebah adalah sari bunga (nektar) dan tepung sari (pollen). Apabila tidak ada bunga cukup, kadang-kadang lebah juga mengambil sumber tunas (honey dew) yang manis dari tunas daun tertentu, juga lebah membutuhkan air. Nektar merupakan sumber karbohidrat. Tepung sari adalah merupakan bahan makanan yang kaya akan protein. Kedua bahan makanan tersebut di atas diperlukan dalam proses kehidupan lebah.
Syarat Jenis tanaman yang baik untuk digunakan sebagai bahan pakan lebah adalah :
1. Tanaman yang berbunga sepanjang tahun,
2. Bunga yang dikeluarkan cukup banyak, bila bunga cukup banyak tanamannya perlu dikembangkan sehingga musim bunganya dapat terus menerus.
Jenis tanaman yang merupakan pakan lebah trigona, sp (Apis Florea) atau lebah klanceng/emmu :
1. Tanaman Hutan Albizia, jambu mente, aren, Api-api, lamtoro, kaliandra, puspa, mahoni,asam, ketapang, palawan.
2. Tanaman buah-buahan Belimbing asam, belimbing manis, jambu, apel, kweni, mangga, rambutan, kelengkeng, alvokat, anggur, jeruk.
3. Tanaman Industri. Kapuk randu, kelapa, kopi, kapas, kelapa sawit, wijen, bunga matahari, tebu, karet, kedelai, jagung, kacang tanah, sengon.
4. Tanaman Sayur-sayuran Lombok, wartel, ketimun, labu air, ketumbar, pare, petai, kacang polong, jengkol, kubis.
E. Penyakit dan Hama Lebah serta Pencegahan
a. Penyakit
Di daerah tropis penyakit lebah jarang terjadi dibandingkan dengan daerah sub tropis/daerah beriklim salju. Iklim tropis merupakan penghalang terjalarnya penyakit lebah. Kelalaian kebersihan mendatangkan penyakit. Beberapa penyakit pada lebah dan penyebabnya antara lain:
1) Foul Brood
Ada dua macam penyakit ini yaitu American Foul Brood disebabkan oleh Bacillus larva dan European Foul Brood. Penyebab :Streptococcus pluton. Penyakit ini menyerang sisiran dan tempayak lebah
2) Chalk Brood
Penyebab : jamur Pericustis Apis. Jamur ini tumbuh pada tempayak dan menutupnya hingga mati.
3) Stone Brood
Penyebab : jamur Aspergillus flavus Link ex Fr dan Aspergillus fumigatus Fress. Tempayak yang diserang berubah menjadi seperti batu yang keras.
4) Addled Brood.
Penyebab : telur ratu yang cacat dari dalam dan kesalahan pada ratu.
5) Acarine
Penyebab : kutu Acarapis woodi Rennie yang hidup dalam batang tenggorokkan lebah hingga lebah mengalami kesulitan terbang.
6) Nosema dan Amoeba
Penyebab : Nosema Apis Zander yang hidup dalam perut lebah dan parasit Malpighamoeba mellificae Prell yang hidup dalam pembuluh malpighi lebah dan akan menuju usus.
b. Hama
Hama yang sering mengganggu lebah antara lain:
1) Burung, sebagai hewan yang juga pemakan serangga menjadikan lebah sebagai salah satu makanannya.
2) Kadal dan Katak, gangguan yang ditimbulkan sama dengan yang dilakukan oleh burung.
3) Semut, membangun sarang dalam stup dan merampas makanan lebah.
4) Kupu-kupu, telur kupu-kupu yang menetas dalam sisiran menjadi ulat yang dapat merusak sisiran.
5) Tikus, merampas madu dan merusak sisiran.
c. Pencegahan Serangan Penyakit dan Hama
Upaya mencegah serangan penyakit dan hama tindakan
yang perlu adalah:
1) Pembersihan stup setiap hari
2) Memperhatikan abnormalitas tempayak, sisiran dan kondisi lebah.
3) Kaki-kaki stup harus diberi air untuk mencegah serangan semut.
4) Pintu masuk dibuat seukuran lebah
IV. TEKNIK PEMBUATAN STUP
A. Syarat Stup (kandang Lebah)
Dalam pembudidayaan lebah madu selain lokasi untuk tempat budidaya, maka perlu dipersiapkan yaitu:, kandang lebah (stup), pakaian kerja dan peralatan.
1. Suhu. Perubahan suhu dalam stup hendaknya tidak terlalu cepat, oleh karena itu ketebalan dinding perlu diperhatikan untuk menjaga agar suhu dalam stup tetap stabil. Yang umum digunakan adalah kayu empuk setebal 2,5 cm
2. Ketahanan terhadap iklim. Bahan yang dipakai harus tahan terhadap pengaruh hujan, panas, cuaca yang selalu berubah, kokoh dan tidak mudah hancur atau rusak
3. Konstruksi. Konstruksi kandang tradisional dengan menggunakan gelodok dari bambu, secara modern menggunakan stup kotak yang lengkap dengan framenya
Syarat yang utama yang harus yang dipenuhi dalam budidaya lebah adalah ada seekor ratu lebah dan ribuan ekor lebah pekerja serta lebah jantan. Dalam satu koloni tidak boleh lebih dari satu ratu karena antar ratu akan saling bunuh untuk memimpin koloni.
Bahan yang memenuhi persyaratan di atas antara lain kayu sengon (Albizia falcata), kayu kalimantan dan kayu jati.
B. Pembuatan Stup (Kandang Lebah)
Stup adalah tempat hidup dan beraktivitas didalam kandang ternak Lebah. Stup yang sederhana dapat dibuat dari setangkup batang kelapa (gelodok). Stup modern berupa kotak berlapis-lapis dari bahan papan (kayu). Stup modern inilah yang dipakai dalam peternakan lebah komersial.
Stup dapat dibuat sendiri atau dibeli dari pengusaha ternak lebah madu lengkap dengan lebah ratu dan lebah pekerjanya. Bahan stup dipilih dari papan yang tahan hujan, tidak mudah panas, tidak mudah dingin dan kokoh sehingga tahan terhadap guncangan saat pengangkutan maupun tidak mudah berantakan ketika tertiup angin.
Contoh Kotak / Stup Lebah Apis Trigona.
V. HASIL DARI LEBAH
A. Madu
Madu sebagai produk utama berasal dari nektar bunga merupakan makanan yang sangat berguna bagi pemeliharaan kesehatan(obat-obatan), kosmetika dan farmasi.
B. Royal Jelly
Royal jelly (susu ratu) disekresikan dari Pharyngeal lebah pekerja dimanfaatkan untuk stamina dan penyembuhan penyakit, sebagai bahan campuran kosmetika, bahan campuran obat-obatan.
C. Bee Pollen
Bee Pollen (tepung sari) dimanfaatkan untuk campuran bahan obat-obatan/ kepentingan farmasi.
D. Bee Propolis
Propolis (perekat lebah) untuk penyembuhan luka, penyakit kulit dan membunuh virus influensa, penyakit jantung, memperbaiki pencernaan, ambeien, lambung dll.
E. Lilin
Lilin lebah (malam) dimanfaatkan untuk industri farmasi dankosmetika sebagai pelengkap bahan campuran.
F. Racun
Racun pada sengatnya sangat cocok untuk pengobatan berbagai penyakit.
G. Keuntungan lain dari beternak lebah madu adalah membantu dalam proses penyerbukan bunga tanaman sehingga didapat hasil yang lebih maksimal.
VI. PENUTUP
Lebah Trigona sp atau biasa disebut dengan klanceng /kelulut, pada awalnya hidup di alam bebas, namun pada saat ini, masyarakat sudah mengetahui dan mengenal lebah tersebut, bahkan sudah banyak yang mengembangkannya. Lebah trigona memiliki potensi yang cukup besar dalam meningkatkan pendapatan kelompok.
Materi lebah trigona ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak khususnya masyarakat/kelompok tani penggiat lebah trigona/klanceng.
DAFTAR PUSTAKA
https://search.yahoo.com/search;_ylt=Awr9LtZ8UapgD7EA42yJzbkF?p=gambar+produk+lebah+trigona&fr=mcafee&fr2=p%3As%2Cv%3Ai%2Cm%3Apivot&stype=web
Victor Winarto dan Rosmalia. Budidaya Lebah Madu Trigona SP
http.//trigonasfarmer.blogspot.com
https://search.yahoo.com/search?fr=mcafee&type=E210US91215G91422&p=lebah+apis+cerana
Klancengsragi.blogspot.com/2012/11/bagaimana-mendapatkan-koloni-klanceng.htm .
Lebah-lebahku.blogspot.com/
















mantaappppp
BalasHapus